Perwakilan ICAI Menghadiri Sesi Roundtable ASEAN HPC

Delegasi Unesa di ASEAN Workshop “Advancing AI through HPC”
Foto bersama narasumber dan jajaran pimpinan BRIN

Pada tanggal 16 Desember 2025, Innovation Center for AI (ICAI) Unesa mendapat undangan ASEAN workshop berjudul “Advancing AI through HPC” yang dihelat oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di B.J. Habibie. Perwakilan perguruan tinggi, komunitas AI nasional, serta Kementerian hadir dalam acara tersebut. Hadir pula perwakilan Korean Institute of Science and Technology Information (KISTI) serta perwakilan akademisi dan pelaku industri di Asia Tenggara.

Acara tersebut membahas perkembangan pembangunan High-performance Computing (HPC) ASEAN yang dibangun di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong. BRIN menjadi host Project Steering Committee (PSC) atas infrastruktur HPC yang didesain memiliki kemampuan 3.5 PetaFlops yang terbagi dalam 16 nodes. Tiap node dilengkapi dengan 1 TB DDR5 RAM dan NVIDIA GPU H200 dengan dukungan interkoneksi InfiniBand 400 Gbps. Pada sesi tersebut BRIN melaporkan progress atas floor plan yang akan dihuni oleh perangkat superkomputer yang sedang dalam progress belanja.

Rancangan Arsitektur ASEAN HPC (sumber: KISTI)
Rancangan Tatakelola ASEAN HPC (sumber: BRIN)
HPC nasional di Thailand (sumber: ThaiSC)
Progress Autonomous Vehicle di Korea (sumber: Korean Automobile Testing and Research Institute)

Selain sesi informasi progress pembangunan HPC Cibinong, terdapat sesi diskusi interaktif antara pengelola dengan peserta mengenai isu-isu penting pra-operasional HPC di tingkat regional tersebut. Perihal Governance, Data, serta Ethics ialah beberapa topik yang harus clear karena mencakup akses data lintas negara, privasi, serta akses berkeadilan. Salah satu isu penting dalam pendirian fasilitas HPC adalah tingkat utilisasi. Beberapa pengelola HPC berbagi pengalaman bahwa fasilitas komputasi seringkali mengalami idle atau tidak meratanya akses. Proses permintaan akses ke HPC membutuhkan approval berdasarkan urgensi permasalahan. Tapi, di beberapa negara ASEAN akses HPC yang mudah, lebih mendesak sebagai stimulasi ide.

Di sesi siang hari, materi dilanjutkan dengan best-practice penggunaan AI pada bidang kesehatan (Thailand), autonomous driving (Korea Selatan), serta Penginderaan Jauh (Indonesia). Thailand sudah mampu melakukan pemusatan data kesehatan yang selanjutnya diolah dengan algoritma AI pada fasilitas superkomputer ThaiSC. Hal tersebut membantu pemerintah meningkatkan pencegahan suatu penyakit endemik secara mandiri. Sedangkan Korea Selatan, telah menerapkan algoritma AI pada kendaraan tanpa awak untuk melayani kebutuhan transportasi pekerja pada jam dini hari. Bus otonom tersebut telah diujicobakan pada salah satu kota. (IFK)